Jumat, 15 Februari 2013

DAFTAR ALAMAT LENGKAP GEREJA DI NDONESIA




Berikut adalah daftar alamat (sinode/keuskupan/sekretariat/kantor pusat) dari denominasi gereja-gereja kristen diIndonesia berdasarkan susunan abjad.
  • GEREJA RASULI INDONESIA ( GRI )
    Jalan Taman Lebak Bulus Raya W3
    JAKARTA 12440
    Telp. (021) 7656248; 75908216
    Email. rasuli@centrin.net.id
  • GEREJA REFORMASI INDONESIA (GRI / REFORMASI)
    WISMA BERSAMA
    Jl. Salemba Raya No. 24B,
    JAKARTA PUSAT 10430.
    Telp. (021) 3924229
    Fax. (021) 3148543
    Website. http://www.gri.or.id
  • GEREJA REFORMASI INJILI SENTOSA ASIH (GRISA)
  • GEREJA REFORMED INJILI INDONESIA
    Website. http://www.grii.org
  • GEREJA REHOBOTH (GR)
    Jalan Dewi Sartika 36-38 Kel. Balonggede, Kec. Regol
    BANDUNG40251 – JAWA BARAT
    Telp. (022) 4230722
  • GEREJA SAHABAT INDONESIA (GSI)
    Graha Raya Bintaro Jaya Blok G-10/8-a, Pakujaya,TANGERANG – BANTEN Telp. (021) 53125894
    Fax. (021) 7447030; 7443703
    Email.  mu_gsi@hotmail.com
  • GEREJA SANTAPAN ROHANI INDONESIA (GSRI)  Jalan Wijaya 1/23 Kebayoran BaruJAKARTA SELATAN
    Website. http://www.gsritamansari.org
  • GEREJA SEGALA BANGSA (GESBA)JL. Sungai Calendu no 22A
    MAKASSAR – SULSEL
    Tlp: 0411 -316453,
    Fax: 0411- 334402
    Email: gesbapusat_mks@yahoo.com
  • GEREJA SIDANG JEMAAT ALLAH (GSJA)  Gedung Kenanga Jalan Senen Raya 46JAKARTA PUSAT 10410
    Telp/Fax. (021) 3843200; 38074545
    Website. http://www.gsja.org
  • GEREJA SIDANG JEMAAT KRISTUS (GSJK)  Website. http://www.indonesia-missions.com
  • GEREJA SIDANG JEMAAT PANTEKOSTA di INDONESIA (GSJPdI)
  • GEREJA SIDANG KRISTUS (GSK)  Jalan Gereja No. 1 PO Box 29SUKABUMI 431111 – JAWA BARAT
    Telp. (0266) 224876; 224876
  • GEREJA SIDANG PANTEKOSTA di INDONESIA (GSPDI)  Jalan Pulo Kenanga Raya No. 17, Kemandoran I Palmerah Barat,JAKARTA SELATAN 12210.
    Website. http://www.gspdi.org
  • GEREJA SIDANG PERSEKUTUAN INJILI INDONESIA (GSPII)  Jalan Jeruk No. 32, Wage, Taman, Tromol Pos 1SIDOARJO – JAWA TIMUR
    Telp. (0351) 492393
  • GEREJA SIDANG PERSEKUTUAN MARANATHA INDONESIA
  • GEREJA SILOAM INJILI (GSI / SILOAM)Jalan Rakyat No. 145 MEDAN 20237 – SUMATERA UTARA
    Telp. (061) 6611991; 4572200
  • GEREJA SUNGAI YORDAN (GSY)
  • GEREJA SUNGAI YORDAN INDONESIA (GSYI)Jl Pasar Baru Selatan No 85 Jakarta Pusat JAKARTA TIMUR
  • GEREJA TIBERIAS INDONESIA (TIBERIAS)  Jalan Boulevard Raya Bl PD-1/22 Kelapa GadingJAKARTA UTARA

Senin, 11 Februari 2013

HUKUM MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL ,MEMBALAS UCAPAN NATAL,MENGHADIRI PERAYAAN NATAL,BERKOSTUM NATAL BAGI UMAT ISLAM ,

# Pertama: Mengucapkan Selamat Natal

Kaum muslimin juga diharamkan mengucapkan 'selamat natal' kepada orang Nashrani dan ini berdasarkan ijma' (kesepakatan) kaum muslimin sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim. Jadi, cukup ijma' kaum muslimin ini sebagai dalil terlarangnya hal ini. Yang menyelisihi ijma' ini akan mendapat ancaman yang keras sebagaimana firman Allah Ta'ala:,


وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

"Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu'min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali." (Qs. An Nisa' [4]: 115). Jalan orang-orang mukmin inilah ijma' (kesepakatan) mereka.

Oleh karena itu, yang mengatakan bahwa Al Qur'an dan Hadits tidak melarang mengucapkan selamat hari raya pada orang kafir, maka ini pendapat yang keliru. Karena ijma' kaum muslimin menunjukkan terlarangnya hal ini. Dan ijma' adalah sumber hukum Islam, sama dengan Al Qur'an dan Al Hadits. Ijma' juga wajib diikuti sebagaimana disebutkan dalam surat An Nisa ayat 115 di atas karena adanya ancaman kesesatan jika menyelisihinya.

# Kedua: Membalas Ucapan Natal

Jika mereka mengucapkan selamat hari raya mereka 'ucapan selamat natal' pada kita, maka tidak perlu kita jawab karena itu bukanlah hari raya kita dan hari raya mereka sama sekali tidak diridhoi oleh Allah Ta'ala.
Hari raya tersebut boleh jadi hari raya yang dibuat-buat oleh mereka (baca: bid'ah). Atau mungkin juga hari raya tersebut disyariatkan, namun setelah Islam datang, ajaran mereka dihapus dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan ajaran Islam ini adalah ajaran untuk seluruh makhluk.

Mengenai agama Islam yang mulia ini, Allah Ta’ala sendiri berfirman:,

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (Qs. Ali Imron [3]: 85)

# Ketiga: Menghadiri Perayaan Natal

Kita "kaum muslimin" diharamkan menghadiri 'memenuhi undangan' perayaan orang kafir termasuk di dalamnya adalah perayaan Natal. Karena perbuatan semacam ini tentu saja lebih parah daripada cuma sekedar memberi ucapan selamat terhadap hari raya mereka. Menghadiri perayaan mereka juga bisa jadi menunjukkan bahwa kita ikut berserikat dalam mengadakan perayaan tersebut.

Bahkan mengenai hal ini telah dinyatakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia sebagaimana dapat dilihat dalam fatwa MUI yang dikeluarkan pada tanggal 7 Maret 1981.

# Keempat: Berkunjung dan Mengucapkan Natal

Tidak diperbolehkan seorang muslim pergi ke tempat seorang pun dari orang-orang kafir untuk mengucapkan selamat hari raya, walaupun itu dilakukan dengan tujuan agar terjalin hubungan atau sekedar memberi selamat (salam) padanya.
Karena terdapat hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:,

لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ

"Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashara dalam salam (ucapan selamat)." (HR. Muslim no. 2167)

# Kelima: Membantu Dalam Perayaan Natal

Tidak boleh bagi kita seorang muslim bekerjasama dengan orang-orang Nashrani dalam melaksanakan hari raya mereka. Hal ini diharamkan karena dapat membuat mereka semakin bangga dengan jumlah mereka yang banyak.
Di samping itu pula, hal ini termasuk bentuk tolong menolong dalam berbuat dosa.
Padahal Allah SWT berfirman:,

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran." (Qs. Al Maidah [5]: 2)

# Keenam: Menyerupai atau Memakai Kostum Natal

Diharamkan bagi kaum muslimin menyerupai orang kafir (menggunakan simbol, aksesoris, kostum, santa clause) dengan mengadakan pesta natal, atau saling tukar kado (hadiah), atau membagi-bagikan permen atau makanan dalam rangka mengikuti orang kafir pada hari tersebut.
Alasannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka." (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)


Itulah penjelasan tentang berbagai pertanyaan mengenai Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal dari beberapa pendapat dan fatwa ulama. Tapi terserah daripada sobat muslim sendiri menanggapi tentang diperbolehkan atau dilarangnya mengucapkan selamat natal, apakah tetap mengucapkan dengan dalil toleransi antar-umat-beragama, atau tidak mengucapkan menurut hukum syariah islam.

Disalin dari sumber Muslim.or.id